Edy Toyibi

Blog pribadi Edy Toyibi

4 April, 2009

Filed under: Lingkungan — edytoyibi @ 8:47 am

Selasa, 10/06/2008 16:22 WIB
Lokasi Pembangunan Pabrik Holcim di Tuban Disoal
TB Utama – detikSurabaya


Tuban – Ratusan sumber air di 13 desa sekitar wilayah Punggungan Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur rawan kekeringan. Kekhawatiran itu dirasakan warga karena pabrik semen PT Holcim Indonesia akan menambang dan mendirikan pabrik produksi di wilayah setempat.

Di kawasan perbukitan itu, terdapat 298 unit sumber air gantungan hidup warga setempat. Di samping untuk irigasi sawah melalui sumur bor, juga untuk air minum dalam bentuk sumur. Termasuk juga sejumlah sendang dan telaga yang berada di sekitarnya.

Sesuai rencana PT Holcim akan menggali tambang seluas 1.075 hektar di kawasan Punggungan Merkawang. Tahun ini direncanakanan pembangunan pabrik akan dimulai. Punggungan ini berupa bukit sepanjang 9 Km dengan lebar 6 Km, bukit ini dikitari 13 desa di tiga kecamatan (Kerek, Jenu dan Tambakboyo).

“Punggungan Merkawang merupakan kawasan batuan kars penangkap air yang menjadi sumber aliran sumur-sumur di sekitarnya. Kalau kawasan ini ditambang secara geohidrologi potensi sumber air bakal mengering,” tegas Kabid Konservasi Kawasan Kars se Indonesia dari Himpunan Speleologi Indonesia (HIKESPI), Edy Toyibi didampingi DR Eko Haryono dari HIKESPI, kepada detikSurabaya.com di Balai Wartawan Tuban, Selasa (10/6/2008).

Diungkapkan, kawasan kars merupakan batuan yang bisa menyimpan air, sehingga sangat bermanfaat untuk keperluan sumur warga sekitar. Setiap meter kubik batuan ini mampu menyimpan 176-190 liter air.

Sedangkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar Punggungan Merkawang menyebutkan, selama ini warga mengandalkan air irigasi dengan teknis sumur bor.

Bahkan, setiap sumur yang berada di lahan persawahan tersebut mampu mengairi 2,5 hektar. Kalau sumur penduduk biasa dipakai untuk satu keluarga. Kalau dirata-rata dimanfaatkan lima orang.

“Selama ini kebutuhan air andalan kami juga sumur. Kalau sawah dengan sumur bor,” kata Syamsul petani setempat saat ditemui di sawahnya.

Para warga mulai menyadari, jika pabrik semen PT Holcim berdiri, sumur bor dan sumur warga bakal menyusut airnya. Karena, selama ini sumur tersebut juga berhubungan dengan Punggungan Merkawang.

Sementara Deni Nuryandain dari Humas PT Holcim Indonesia yang dikonfirmasi
menyatakan, pihaknya tetap mengacu pada aturan hukum yang berlaku. Holcim juga telah menyusun studi AMDAL yang dilakukan pihak Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya.

“Kalau masalah lahan yang dimohon PT Holcim Indoensia termasuk kawasan kars, kami akan koordinasikan dengan bagian yang menangani,” kata Deni saat dihubungi detiksurabaya.com melalui ponselnya.

Foto: Seorang warga memanfaatkan sumber air di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban./TB Utama (gik/gik)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s