Edy Toyibi

Blog pribadi Edy Toyibi

4 April, 2009

Filed under: Lingkungan — edytoyibi @ 8:51 am

Berita & Artikel

<!–
var Back = document.referrer;
–>

Menengok Goa Kelelawar di Tuban

goalawaDalam

Tuban – Kabupaten Tuban di Jawa Timur menyimpan potensi sumber daya alam yang cukup tinggi. Kawasan yang berada di pesisir pantai utara ini diincar untuk industri semen. Namun, justru rencana ekploitasi sumber alam itu justru bisa mengancam potensi alam lainnya, salah satunya keberadaan goa dan isinya.

Salah satu goa yang ada di kawasan itu adalah Goa Landak I. Goa ini ajalnya juga tinggal menanti waktu. Goa yang berada tak jauh dari goa kelelawar Jambangan II, di Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini, termasuk wilayah bakal tambang pabrik semen PT Holcim Indonesia.

Lokasi tambang perusahaan ini seluas 1075 hektar, diantaranya, termasuk kawasan Goa Jambangan I, Jambangan II dan Goa Landak I. Sekalipun bisa diisolir tidak ditambang, namun diperkirakan populasi sekitar 1 juta ekor kelelawar yang menghuni di dalam goa dikhawatirkan terancam punah.

Karena lingkungan sekitarnya rusak jika batu kapurnya ditambang. Apalagi karakter kawasan batu di wilayah ini termasuk kars. Pantauan detiksurabaya.com, Goa Landak I memiliki lorong sepanjang 223 meter, dengan lebar berkisar 2-3 meter. Atapnya yang setinggi 10 meter menjadi hunian aman kelelawar. Mereka menghuni hamparan lorong sejak kedalaman 4 meter.

Hampir lima cabang lorong di dalamnya dipadati kelelawar. Goa yang berada wilayah Gunung Kolbu ini, memiliki pintu masuk menghadap ke atas dengan lubang selebar 2 meter. Selanjutnya turun ke dasar goa sedalam 3 meter.

“Dari tingkat kepadatannya hunian, Goa Landak I ini termasuk goa terpadat dihuni kelelawar. Sepanjang lorong dengan lima cabang di dalamnya, nyaris dipenuhi kelelawar,” ungkap Edy Toyibi dari Himpunan Speleologi Indonesia (HIKESPI) didampingi Ainul Muzamil aktivis lingkungan dari Wakil Direktur Bidang Industrialisasi Cagar Tuban, Selasa (17/6/2008).

Menurut Muzamil, para aktivis lingkungan di Tuban sebenarnya telah berusaha agar kawasan kars -yang diantaranya- terdapat goa-goa biologi dan arkeologi dipertahankan.

Namun upaya ini disadari sangat berat, karena pihak industri sudah menguasai lahan sekitar lokasi goa tersebut.

Kelelawar yang menghuni goa, setiap petang ke luar untuk mencari makan. Biasanya sampai malam mereka meninggalkan goa. Baru menjelang fajar mereka pulang ke sarangnya.

“Kita butuh kearifan lokal, agar upaya yang dilakukan kawan-kawan aktivis lingkungan mendapatkan perhatian warga masyarakat. Aksi yang kami lakukan semata untuk mempertahankan lingkungan, demi anak cucu kelak,” ungkapnya.

Foto: Pegunungan di Tuban yang banyak menyimpan goa. Salah satunya Goa Landak/TB Utama (gik/gik)

sumber : detik.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s