Edy Toyibi

Blog pribadi Edy Toyibi

4 April, 2009

Filed under: Lingkungan — edytoyibi @ 8:53 am

Selasa, 17/06/2008 09:25 WIB
Menengok Goa Kelelawar di Tuban
Kotoran Kelelawar Dimanfaatkan Petani Untuk Pupuk
TB Utama – detikSurabaya


Tuban – Gugusan perbukitan di kawasan Punggungan Merkawang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur merupakan kawasan perbukitan batuan kars yang mesti mendapat perlindungan.

Selain terdapat goa arkeologi, di kawasan ini juga berjejer goa-goa biologi yang masih hidup dan menjadi sarang kelelawar.

Selain Goa Landak, markas kelelawar di tempat tersebut adalah Goa Jambangan II. Lokasinya berada di bawah goa arkeologi Jambangan I, dengan pintu utama selebar 2 meter dengan tinggi 1,5 meter menghadap utara.

Goa di Desa Mliwang, Kecamatan Keek, Kabupaten Tuban ini memiliki lorong sepanjang 150 meter dengan lebar 1,5 meter.

Pantauan detiksurabaya.com, di dalam lorong terdapat empat unit camber (ruangan luas di dalam goa). Mulai kedalaman meter dari mulut goa, sudah menjadi hunian puluhan ribu kelelawar.

Hewan yang hanya kelayapan di malam hari itu berkembang biak di dalam goa cukup cepat dan baik. Sebab, atap goa Jambangan II ini banyak ditemukan ventilasi sehingga sirkulsai udara bisa normal.

Goa ini juga dimanfaatkan petani pemilik lahan di sekitarnya mengambil kotoran kelelawar untuk bahan pupuk organik.

“Semua petani disini tahu, kalau Goa Jambangan itu tempat kotoran kelelawar untuk pupuk,” kata sejumlah petani yang di temui di lokasi, Selasa (17/6/2008).

Menurut Edy Toyibi, Kabid Konservasi Kawasan Kars se Indonesia dari Himpunan Speleologi Indonesia (HIKESPI), goa ini makin menguatkan posisi punggungan Merkawang dan Mliwang sebagai kawasan kars kelas 2.

Bahkan, tahun lalu dua pakar zoology dari LIPPI, Cahyo Rachmadi dan Sigit, telah melakukan penelitian di goa ini.

“Mereka berpesan agar goa Jambangan II dan Goa Landak I, harus dilindungi dan dijaga kelestariannya. Termasuk juga lingkungan di sekitarnya yang masuk gugusan kars,” tegas Edy Toyibi.

Para petani di wilayah setempat mengungkapkan, sebisa mungkin mereka berupaya membantu agar goa yang dihuni kelelawar tetap bertahan. Sebab, di samping membantu menyediakan pupuk gratis, selama ini keberadaan goa tersebeut tidak mengganggu masyarakat.

“Kami berharap, agar siapapun yang berniat menambang kawasan sekitar goa ini menghentikan kegiatannya. Karena disamping harus dilindungi, gugusan goa di wilayah ini merupakan bagian ekosistem pertanian di sekitarnya,” ungkap Edy Toyibi.

Foto: Kelelawar bergelantungan di pepohonan sekitar goa/TB Utama (gik/gik)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s